Saturday, November 27, 2010

" ZIARAH AHLI KUBUR "


BIASANYA setiap hari Jumat atau sebelum menjelang bulan Ramadan dan di Hari Raya , komplek pemakaman ramai tidak sedikit dikunjungi orang orang yang berziarah. Ada yang berziarah ke makam orang tuanya. Ada yang berziarah ke makam sanak familinya atau karabatnya. Ada pula yang berziarah ke makam para sesepuh dan ulama. Hal ini demi untuk mendoakan mereka yang telah mendahului kita agar Allah memberikan kepada mereka rahmah dan ampunan dan mengharamkan jasad-jasad mereka dari sentuhan api neraka.

Rasulallah, sebagimana diriwayatkan Abu Daud, pada awal sejarah Islam pernah melarang umat Islam untuk berziarah kubur. Beliau khawatir umat Islam mengkultuskan kuburan, berlaku syirik, atau bahkan menyembah kuburan. Tapi selelah keimanan umat Islam meningkat dan kuat. Maka Rasulallah saw tidak khawatir lagi. Nabi pun kemudian bersabda : "Aku dulu melarang kamu berziarah kubur. Sekarang, aku anjurkan melakukanya. Sebab bisa mengingatkan kita kepada akhirat". Maka tradisi berziarah ini sangat baik dan terpuji demi mengingatkan kita semua, termasuk orang kaya, pamong praja, dan berpangkat, bahwa satu hari hidup kita pasti akan berakhir di pekuburan. Semua kemegahan hudup, rela tak rela, harus ditinggalkan dan kita harus terima babak baru perjalanan menghuni liang kubur yang luasnya sekitar 1 x 2 meter saja.

Telah ditetapkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulallah saw telah menganjurkan kita, disaat memasuki kompleks pemakaman, agar mengucapkan salam kepada ahlil kubur seperti memberi salam kepada orang hidup: "Salam sejahtera bagimu penghuni kubur dari kaum Muminin dan Muminat. Dan kami Insya Allah akan betemu dengan kalian. Kamu adalah orang orang yang mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Kami bermohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian". Karna mereka (ahli kubur) mendengar, melihat, mengetahui dan membalas salam kita, akan tetapi kita tidak bisa mendengar mereka. Ucapan salam biasanya diberikan kepada orang yang mendengar dan berakal..Jika tidak, maka ucapan ini tidak mempunyai fungsi atau seolah-olah bersalam kepada benda jamad yang tidak mendengar dan berakal. Para salaf soleh, mereka semua bersepakat dengan apa yang telah ditetapkan Rasulallah saw dan dijadikan sesuatu yang mutawatir (diterima kebenarannya) yang mana ahli kubur (mayyit) mengetahui orang yang berziarah dan mendapatkan ketenangan dengan kedatangannya. Sesuai dengan hadisth yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa mayyit setelah dikubur mendengar suara sandal orang yang mengatarkannya ke kuburan. Dari A'isyah ra sesungguhnya Rasulallah saw bersabda : " Tidak diantara kalian berziarah kuburan saudaranya dan duduk disisinya, kecuali ia (mayyit) telah mendapatkan ketenangan dan ia hadir (datang) untuk menjawab salamnya sampai yang berziarah berdiri (pulang) "

Diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra.. bahwa Rasulallah saw berkata : " jika seseorang melewati kuburan saudaranya dan memberi salam kepadanya, maka ia (mayyit) akan mejawab salamnya dan mengetahui siapa yang menziarahinya. Dan apabila seseorang melewati kuburan seseorang yang tidak dikenal kemudian memberi salam, maka ia (mayyit) akan mejawab salamnya".
Dari Ibnu Abdulbar sesungguhnya Rasulallah saw bersabda : " Jika seorang Muslim melewati kuburan saudaranya yang pernah dikenal di dunia, kemudian memberi salam kepadanya, maka Allah akan mengembalikan ruhnya kepadanya untuk menjawab salamnya". Diriwatkan oleh Bukhari Muslim, pernah Rasulallah saw menyuruh mengubur orang orang kafir yang meninggal dalam peperangan Bader di kuburan Qulaib. Kemudian beliau berdiri di muka kuburan dan memanggil nama nama mereka satu persatu : " Wahai Fulan bin Fulan!! .. Wahai Fulan bin Fulan!!.. Apakan kamu mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada kamu? Sesungguhnya aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada ku ". Sayyidina Umar bin Khattab yang berada disamping Nabi bertanya : " Ya Rasulallah sesungguhnya kamu telah berbicara dengan orang-orang yang sudah usang (mati)". Maka Rasulallah saw pun berkata : "Demi Yang telah mengutus aku dengan kebenaran, sesungguhnya kamu tidak lebih mendengar dari mereka dengan apa yang aku katakan". Ini semuanya merupakan nash-nash dan dalil-dalil yang menyatakan bahwa mayit itu mendengar, melihat , mengetahui dan membalas salam seseorang. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan bahwa ahli kubur (mayyit) itu mendengar, melihat, mengetahui apa yang terjadi disekitarnya dan membalas salam kita seperti orang hidup. Karna mereka (ahli kubur) tidak mati. Akan tetapi mereka berpindah dari satu alam ke alam yang lain, dari alam dunia ke alam barzakh. Allah berfirman didalam Surat al Mu’minun ayat 100 yang berbunyi : “ Sekali lagi tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka (ahli kubur) ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan “.

Imam besar Muslim meriwayatkan bahwa Rasulallah dan sahabatnya pernah melewati salah satu kuburan Muslimin. Setelah memberi salam kepada ahli kubur, tiba-tiba Rasulallah berhenti di dua kuburan. Kemudian beliau berpaling kepada sahabatnya dan bersabda : "Kalian tahu bahwa kedua penghuni kuburan ini sedang diazab di dalam kubur? Mereka tidak diazab karna dosa-dosa dan kesalahan mereka yang besar. Akan tetapi mereka diazab karna dosa-dosa dan kesalahan mereka yang sepele dan kecil. Yang pertama diazab karna suka berbuat namimah (mengupat / ceritain orang) dan yang kedua diazab karna tidak beristinja' (tidak cebok setelah hadats kecil)". Kemudian Rasulallah saw memetik dua tangkai pohon dan ditancapkanya di kedua kuburan trsb. Sahabat bertanya apa maksud dari yang telah dilakukan Rasulallah saw itu. Beliau bersabda : "Allah memberi keringanan azab bagi kedua penghuni kubur trb semasih tangkai-tangkai pohon itu basah dan belum kering. Karna tangkai- tangkai pohon trb beristighfar untuk penghuni kubur yang sedang diazab".

Sekarang, jika Allah memberi keringanan azab kepada ahli kubur karna istighfar sebatang pohon, istighfar seekor binatang, istighfar sebuah batu, pasir dan krikil atau benda-benda jamad lainnya yang tidak berakal. Apalagi istighfar kita sebagai manusia yang berakal dan beriman kepada Nya . Dalam kitab Subulus Salam, Assona’ni telah menegaskan bahwa ziarah kubur merupakan hikmah bagi kita yang hidup, agar kita bisa mengambil i’tibar dan contoh yang baik dari saudara-saudara kita yang telah mendahului kita. Pula telah diterangkan dalam kitab trb bahwa ahli kubur (mayyit) mendengar, melihat, mengetahui dan membalas salam orang yang berziarah sama seperti menziarahi orang hidup. Cukup bagi yang datang ke pemakaman diberi nama “penziarah“. Maka pasti yang diziarahi (ahli kubur) mengetahui siapa yang menziarahinya. Tidak mungkin dinamakan “penziarah“ jika yang diziarahinya tidak mengetahui siapa yang menziarahinya. Pula memberi salam kepada ahli kubur. Jika ahli kubur tidak mendengar dan mengetahui siapa yang memberi salam, hal ini sama saja dengan memberi salam kepada benda jamad atau benda mati. Maka ucapan salam diberikan kepada yang hidup, berakal, dan mendengar salam yang diberikan kepadanya. Contohnya:, dalam kitab al-Ruh, Ibnu Qayyem al-Jauziyyah meriwayatkan bahwa al-Fadhel bin Muaffaq disaat ayahnya meninggal dunia, sangat sedih sekali dan menyesalkan kematiannya. Setelah dikubur, ia selalu menziarahinya hampir setiap hari. Kemudian setelah itu mulai berkurang dan malas karna kesibukannya. Pada suatu hari dia teringat kepada ayahnya dan segra menziarahinya. Disaat ia duduk disisi kuburan ayahnya, ia tertidur dan melihat seolah olah ayahnya bangun kembali dari kuburan dengan kafannya. Ia menangis disaat melihatnya. Ayahnya berkata : “wahai anakku kenapa kamu lalai tidak menziarahiku? Al-Fadhel berkata : “ Apakah kamu mengetahui kedatanganku? ” Ayahnya pun menjawab : “ Kamu pernah datang setelah aku dikubur dan aku mendapatkan ketenangan dan sangat gembira dengan kedatanganmu begitupula teman-temanku yang di sekitarku sangat gembira dengan kedatanganmu dan mendapatkan rahmah dengan doa-doamu”. Mulai saat itu ia tidak pernah lepas lagi untuk menziarahi ayahnya .

Pada zaman peceklik, Bisyir bin Mansur selalu datang kekuburan muslimin dan menghadiri solat janazah. Di sore harinya seperti biasa dia berdiri dimuka pintu kuburan dan berdoa : “Ya Allah berikan kepada mereka kegembiraan disaat mereka merasa kesepian. Ya Allah berikan kepada mereka rahmat disaat mereka merasa menyendiri. Ya Allah ampunilah dosa-dosa mereka dan terimalah amal-amal baik mereka “. Basyir berdoa di kuburan tidak lebih dari doa-doa yang tersebut diatas. Pernah satu hari, dia lupa tidak datang kekuburan karna kesibukannya dan tidak berdoa sebagaimna ia berdoa setiap hari untuk ahli kubur.. Pada malam harinya dia bermimpi bertemu dengan semua ahli kubur yang selalu di ziarahinya. Mereka berkata : “Kami terbiasa setiap hari diberikan hadiah darimu dengan doa-doa. maka janganlah kamu putuskan doa-doa itu“.

Jika dalam berdoa ada adab-adab dan waktu-waktu yang mustajab dan diterima. Begitu pula dalam berziarah ada adab-adab dan waktu-waktu yang baik untuk berziarah. Adapun waktu yang baik dan tepat untuk berziarah adalah hari Jumat. Sebagimana Sufian al-Tsauri telah diberitahukan oleh al-Dhohhak bahwa siapa yang berziarah kuburan pada hari Juma’t dan Sabtu sebelum terbit matahari maka ahli kubur mengetahui kedatangnya. Hal itu karna kebesaran dan kemuliaan hari Juma’t. Pernah Hasan al Qassab dan kawannya datang berziarah kekuburan muslimin. Setelah mereka memberi salam kepada ahli kubur dan mendoakannya, mereka kembali pulang. Di perjalanan ia bertemu dengan salah satu temannya dan berkata kepada Hasan al-Qassab : “Ini hari adalah hari Senen. Coba kamu bersabar, karena menurut Salaf bahwa ahli kubur mengetahui kedatangan kita di hari Jumat dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”. (lihat kitab al-Ruh) Disebut dalam kitab al-Ruh bahwa Ibunya Utsman al Tofawi disaat datang sakaratul maut, berwasiat kepada anaknya : “Wahai anakku yang menjadi simpananku disaat datang hajatku kepadamu. Wahai anakku yang menjadi senderanku disaat hidupku dan matiku. Wahai anakku janganlah kamu lupa padaku meziarahiku setelah wafatku“. Setelah ibunya meninggal dunia, ia selalu datang setiap hari Juma’t kekuburannya, berdoa dan beristighfar bagi arwahnya dan bagi arwah semua ahli kubur. Perna suatu hari Utsman al Tofawi bermimpi melihat ibunya dan berkata : “Wahai anakku sesunggunya kematian itu suatu bencana yang sangat besar. Akan tetapi, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Nya sesungguhnya aku sekarang berada di Barzakh yang penuh dengan kenikmatan. Aku duduk ditikar permadani yang penuh dengan rauhan dan raihanah dengan sandaran dipan-dipan yang dibuat dari sutera halus dan sutera tebal. Demikianlah keadaanku sampai datangnya hari kebangkitan”.. Utsman al Tofawi betanya : “ Ibu!.. Apakah kamu perlu sesuatu dari ku ? “ Ibunya pun menjawab : “Ya!..Kamu jangan putuskan apa yang kamu telah lakukan untuk menziarahiku dan berdoa bagiku. Sesunggunya aku selalu mendapat kegembiraan dengan kedatanganmu setiap hari Juma’t. Jika kamu datang ke kuburanku semua ahli kubur menyambut kedatanganmu dengan gembira“.

Di riwayatkan dalam kitab al Ruh, bahwa salah satu dari keluarga Asem al Jahdari pernah bermimpi melihatnya dan berkata kepadanya : “ Bukankan kamu telah meninggal dunia? Dan dimana kamu sekarang? “ Asem berkata : “ Saya berada diantara kebun-kebun sorga. Saya bersama teman-teman saya selalu berkumpul setiap malam Juma’t dan pagi hari Juma’t di tempat Abu Bakar bin Abdullah al Muzni. Disana kita mendapatkan berita-berita tentang kamu di dunia. Kemudian saudaranya yang bermimpi bertanya : “Apakan kalian berkumpul dengan jasad-jasad kalian atau dengan ruh-ruh kalian? “ Maka mayyit itu ( Asem al-Jahdari ) berkata : “ Tidak mungkin kami berkumpul dengan jasad-jasad kami karna jasad- jasad kami telah usang. Akan tetapi kami berkumpul dengan ruh-ruh kami “.. Kemudian ditanya : “Apakah kalian mengetahui kedatangan kami ? “. Maka dijawab : “ Ya!.. Kami mengetahui kedatangan kamu pada hari Juma’t dan pagi hari Saptu sampai terbit matahari “. Kemudan ditanya : “ Kenapa tidak semua hari-hari kamu mengetahui kedatangan kami? “. Ia (mayyit) pun menjawab : “ Ini adalah dari kebesaran dan keafdholan hari Juma’t “. Sebelum saya tutup ulasan ini, maka sekali lagi harus diingat bahwa tradisi berziarah adalah tradisi yang tetap hidup dengan segala warna warninya dan merupakan suatu hikmah dari Allah dan sunah Rasulallah yang baik, terpuji dan patut dingat maknanya se dalam-dalamnya agar bisa mengingatkan diri kita bahwa hidup ini akan berakhir dengan kematian..
Wallahua’lam..

Quoted from Ahbabul Musthofa

Sunday, April 05, 2009

Berdzikir Hamba-Ku, Berdzikir!



Kalian berdzikir "Subhanallah"
Maha Suci Allah, Maha Suci Allah
Apa benar kalian mensucikan Aku?
Apa benar kehidupan kalian mensucikan Aku?
Apa benar watak dan perilaku kalian, kebudayaan dan kemajuan bangsa kalian - mensucikan Aku?

Kalian berdzikir "Alhamdulillah"
Segala puji bagi Allah, Segala puji bagi Allah
Apa benar perekonomian kalian memuji Aku?
Apa benar gedung-gedung kalian, kantor-kantor kalian, pertimbangan dan keputusan kalian, kasih dan sepak terjang kalian - memuji Aku?

Kalian berdzikir "Wa lailaha illallah",
Tiada tuhan selain Allah
Hai hamba-Ku, apa benar Akulah yang kalian tuhankan?
Apa benar Aku faktor primer dalam bagan strategi sejarah kalian?
Apa benar Aku yang nomor satu di dalam kerangka akal dan susunan pikiran kalian
Apa benar cinta kalian mendasar kepadaKu?
Apa benar Aku sedang menarik hati kalian, dibanding uang, keuntungan dan kekuasaan dunia?

Kalau Aku ikut Kontes Idola, apakah kalian kirim sms untuk memenangkan Aku?
Kalian berdzikir "Allahu Akbar"
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Wahai hamba-Ku, apa tanda kebesaranKu di negeri penyembah berhala yang kalian bangga-banggakan ini?
Di bagian mana dari kebudayaanmu,
Di sebelah mana dari langkah politikmu
Di sudut mana dari gedung-gedung megah industrimu
Yang mencerminkan keunggulanKu?

Kau lakukan kedhaliman di sana-sini
Merata di seantero negeri
Kedhaliman yang samar sampai yang transparan
Kedhaliman struktural, sistemik
Bahkan kedhaliman yang telanjang dan kasat mata
Kedhaliman bahkan kepada dzatKu
Kepada hakekat dan syariat eksistensiKu
Kemudian kalian ucapkan "Allahu Akbar"
Tanpa sedikitpun rasa malu

Bahkan masjid-masjidmu, yakni rumah-rumah suciKu
Kalian pakai untuk menendangku
Sebagian dari kalian membangun rumahKu dengan sisa-sisa uang perampokan struktural
Sebagian dari kalian menegakkan rumahKu dengan biaya hasil mengemis-ngemis di tengah jalan

Kalian mengemis atas namaKu,
Kalian melantikku sebagai Sang Maha Pengemis
Di masjid-masjid kalian tertulis : Allah yang Maha Fakir Miskin.
Oleh karena itu setiap orang perlu menaruh rasa belas kasihan kepadaKu
Dan jika datang seorang koruptor membereskan semua pembiayaan masjid itu,
dialah yang kau puji-puji dan kau sanjung-sanjung.


(Emha Ainun Nadjib/PadhangmBulanNetDok)

Wednesday, March 26, 2008

Bacaan dzikir setelah shalat fardhu



Astaghfirullaahal azhim li wali wali dayya
Wali ashabil huquuqi alayya
Wali jami'il mu'minin wal mu'minat
Wal muslimiina wal muslimat
Al ahyaa-i minhum wal amwaat (3x)

/*--------------------------------
Aku mohon ampun ya Allah dzat yang Maha Agung, juga ampuni kedua orang tuaku
dan orang-orang yang punya kewajiban pada aku
dan semua mukminin dan mukminat
dan muslimin dan muslimat
yang masih maupun yang sudah meninggal
--------------------------------*/


Laa ilaaha illalaahu wahdahu laa syariikalahu
Lahul mulku walahul hamdu
Yuhyi wa yumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir (3x)

/*--------------------------------
Tidak ada Tuhan selain Allah, dzat yang Maha Esa (satu), tidak ada sekutu bagi-Nya
Dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian
Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu
--------------------------------*/


Allahumma antas salaam wa minkas salaam
Wa ilaika ya'udus salaam
Fahayyina robbanaa bis salaam
Wa adkhilnal jannata daaras salaam
Tabarakta robbana wa ta'alaita ya dzal jalaali wal ikraam

/*--------------------------------
Ya Allah Dzat yang mempunyai keselamatan, keselamatan adalah dari Engkau
dan keselamatan berpulang kepada-MU
maka dalam hidupku berilah keselamatan
dan masukkanlah aku ke dalam sorga Darussalam
Tuhan kami, Engkaulah yang Maha Luhur dan Maha Agung, Dzat yang Maha Luhur dan Maha Mulia
--------------------------------*/


(Al Fatihah)
A'udzubillahi minas syaithonirrajiim
Bismillahir rohmaanir rohiim
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin

(lanjutkan membaca Al Fatihah sampai selesai)
Aaamiin


Wa iilaahukum iilaahu waahidu laa ilaaha illa huwar rohmaanurrohiim

/*--------------------------------
Dan Tuhan kamu semua itu, Tuhan yang hanya satu, tidak ada Tuhan selain dia, Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
--------------------------------*/


(Ayat Kursi)
Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum
Laa ta'khudzuhus sinaatuw walaa naumu
Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardhi
Man dzal laadzi yashfa'u 'indahu illa bi idznihi
Ya'lamuu maa bayna aydiihim wamaa khalfahum
Walaa yuhiituuna bisyai'in min 'ilmihi illa bimaasyaa'
Wasyi'a kursiyyihus samaawaati wal ardhi
Walaa ya-uduhu hifzhuhuma wa huwal 'aliyyul 'azhiim

/*--------------------------------
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal
Lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) yidak mengantuk dan tidak tidur
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi
Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka
dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya
Kursi Allah meliputi langit dan bumi
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
--------------------------------*/


(Ali Imran : 18)
Syahidallahu annahu la ilaaha illa huwa
Wal malaikatu wa-uulul ilmi qoo-iman bil qisthi
La ilaaha illa huwal aziizul hakiim

/*--------------------------------
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia
Dan para Malaikat dan orang-orang yang berilmu menegakkan keadilan (juga menyatakan yang demikian itu)
Tak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
--------------------------------*/


(Ali Imran : 18)
Innad diina 'indallahil islam

/*--------------------------------
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam
--------------------------------*/


(Ali Imran : 26)
Qulillahumma malikal mulki
Tu-til mulka man tasyaa'
Wa tanzi'ul mulka miman tasyaa'
Wa tu'izzu man tasyaa'
Wa tudzillu man tasyaa'
Biyadikal khoyr
Innaka alaa kulli syaiin qodiir

/*--------------------------------
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan
Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki
dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki
dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki
Di tangan Engkaulah segala kebajikan
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
--------------------------------*/


(Ali Imran : 27)
Tuulijul layla fin nahaari
Wa tuulijun nahaaro fil layli
Wa tukhrijul hayya minal mayyiti
Wa tukhrijul mayyita minal hayyi
Wa tarzuqu man tasyaa' bi ghairi hisaab

/*--------------------------------
Engkau masukkan malam ke dalam siang
dan Engkau masukkan siang ke dalam malam
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati
dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup
dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
--------------------------------*/

Ilaahi rabbi
Subhanallah (33x)
Subhanallaahil 'azhiimi wa bihamdihi daa-iman abada alhamdulillaah

Alhamdulillaah (33x)
Alhamdulillaahi 'alaa kulli haalin wa ni'matin allahu akbar

Allahu akbar (33)
Allahu akbar kabiira walhamdulillaahi katsiira wasubhanallaahi bukrataw wa-ashiilaa

La ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu
Lahul mulku walahul hamdu
Yuhyi wa yumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir

Wa laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyil azhiim

Sunday, August 26, 2007

FIRQAH-FIRQAH DALAM ISLAM

Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (golongan) di lingkungan umat Islam, yang antara satu sama lain bertentangan fahamannya secara tajam yang sulit untuk diperdamaikan, apalagi untuk dipersatukan.
Hal ini sudah menjadi fakta dalam sejarah yang tidak boleh diubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab-kitab Usuluddin.

Barangsiapa yang membaca kitab-kitab Usuluddin akan berjumpa dengan perkataan -perkataan seperti Syiah, Khawarij, Muktazilah, Qadariah, Jabariah, Ahlussunnah wal Jamaah, Mujasimah, Bahaiah, Ahmadiah, Wahabiah dan lain-lain sebagainya.

Umat Islam khususnya yang berpengetahuan agama tidak hairan melihat dan membaca hal ini, kerana nabi Muhammad SAW sudah juga mengkhabarkan pada masa hidup baginda.

Banyak terdapat hadis-hadis yang berkaitan edngan akan adanya firqah-firqah yang berselisihan faham dalam lingkungan umat Islam.

Pertama:

Bersabda nabi Muhammad SAW yang bermaksud:

" Maka bahawasanya siapa yang hidup (lama) di antaramu nescaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu."
(Hadis riwayat Imam Abu Daud dan lain-lain. Lihat Sunan Abu Daud juzuk 4, muka surat 201)

Tujuan hadis ini terang, bahawa akan ada perselisian faham dalam lingkungan umat Islam dan bahawa Nabi Muhammad SAW menyuruh umat Islam ketika itu supaya berpegang teguh dengan Sunnah nabi dan Sunnah Kalifah Ar Rasyidin ( Sayidina Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali Rda)

Kedua:

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud:

"Akan ada di lingkungan umatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahawa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku."
(Hadis riwayat Tirmizi, lihat Sahih Tirmizi juzuk 9, muka surat 63)


Ketiga:

Bersabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud:

"Akan keluar suatu kaum di akhir zaman, orang-orang muda berfahaman jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan "Khairil Bariyah" (Maksudnya dalil atau firman-firman Allah yang di bawa oleh nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya.Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu, lawanlah mereka."
(Hadis Sahih Riwayat Imam Bukhari, lihat kitab Fathul Bari juzu 15, mukasurat 315)

Terang dalam hadis ini bahawa akan ada -menurut Nabi- sekumpulan orang-orang muda yang gemar mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasar dalil Quran dan Hadis, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanan keluar dari dirinya secepat keluarnya anak panah dari busurnya.

Maksud nya ialah bahawa mereka banyak bercakap/berbincang dengan menggunakan dalil Al Quran dan Hadis tetapi mereka sendiri tidak beragama, tidak sembahyang, tidak puasa dan tidak menjalankan tuntutan agama.

Keempat:

Bersabda nabi Muhammad SAW yang bermaksud:

" Ada 2 firqah dari umatku yang pada hakikatnya mereka tidak ada kaitan dengan Islam iaitu kaum Murjiah dan kaum Qadariah."
(Hadis riwayat Imam Tirmizi. Lihat Sahih Tirmizi juzuk 8, muka surat 316)

Kaum Murjiah dan Qadariah tak ada hubungan dengan Islam, kata Nabi Muhammad SAW. Na'udzubillah!


Kelima:

Dan Sabda Nabi SAW yang bermaksud:

" Dari Huzaifah r.a, belaiu berkata: Bersabda Rasul SAW: Bagi setiap umat ada Majusinya dan Majusi umatku ialah orang yang mengingkari takdir. kalau mereka mati, jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit, jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok Dajjal. Memang Tuhan berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok Dajjal."
(Hadis riwayat Abu Daud, Sunan Abu Daud Juz 4, halaman 222)

Keenam:

Tersebut dalam kitab Hadis begini:

Dari Abu Hurairah r.a beliau berkata, bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Telah berfirqah-firqah orang Yahudi kepada 71 firqah dan orang Nasrani seperti itu pula dan akan berfirqah umatku atas 73 firqah."
(Hadis riwayat Tirmizi . Lihat Sahih Tirmizi Juzuk 10, muka surat 109)


Ketujuh:

Nabi SAW bersabda yang bermaksud:

"Bahawasanya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu." Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: "Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?" Nabi menjawab: " Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku."
(Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, lihat Sahih Tirmizi, juzuj 10, muka surat 109)


Kelapan:

Tersebut dalam Kitab Thabrani, bahawa Nbi SAW bersabda yang bermaksud:

" Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya , akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka." Bertanya para Sahabat: "Siapakah 9yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?" nabi menjawab: "Ahlussunnah wal Jamaah."
(Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani)

Hadis yang sama ertinya tersebut juga dalam kitab "Al Milal wan Nihal" Juzuk 1 halaman 11, karangan Syahrastani (wafat 548H).

Kesembilan:

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud:

"Akan ada segolongan umatku yang tetap atas Kebenaran samapai Hari Kiamat dan mereka tetap atas Kebenaran itu."
(Hadis Sahih riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari juzuk17, muka surat 56)


Melihat hadis-hadis yang sahih ini dapat diambil kesimpulan:

1. Rasul SAW mengkhabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan umat Islam secara mukjizat iaitu mengkhabarkan hal-hal yang akan terjadi. Khabar itu tentu baginda terima daripada Allah SWT.

2. Sesudah nabi SAW wafat akan ada perselisishan faham yang banyak samapai 73 faham/iktiqad.

3. Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang selalu mengeluarkan dalil-dalil dari Al Quran, tetapi keimanan mereka tidak melepasi keronkong mereka.

4. Ada 2 golongan yang tidak ada kaitan dengan Islam iaitu kaum Murjiah dan Qadariah.

5. Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwa bahawa mereka adalah Nabi, padahal Nabi sesudah Rasul SAW tidak ada lagi. Dan ada orang-orang Khawarij yang jahat.

6. Di antara 73 golongan itu ada yang satu yang benar iaiatu golongan kaum Ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpegang kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Ar Rasyidin.

7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran iktiqadnya samapai hari Kiamat.

Dan sekarang barangsiapa yang menliti sejarah perkembangan Islam dari abad-abad pertama, kedua, ketiga dan samapai kepada zaman kita sekarang, apa yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW sudah nyata kebenarannya.

Tersebut dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin karangan Mufti Syeikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar yang dimasyhurkan dengan gelaran Ba'Alawi pada muka surat 398, cetakan Mathba'ah Amin Abdul majid , Kaherah (1381H), bahawa 72 firqah yang sesat itu berpokok pada 7 firqah iaitu:

1. Kaum Siah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Sayidina Ali kwh. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman r.a. Kaum Syiah berpecah kepada 22 aliran.

2. Kaum Khawarij iaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Syidina Ali kwh, bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Sayidina Ali kwh. Firqah ini berfatwa bahawa orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij ini kemudiaian berpecah menjadi 20 aliran.

3. Kaum Muktazilah iaitu kaum yang berfaham bahawa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahawa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahawa Tuhan tidak boleh dilihat dengan mata dalam Syurga, bahawa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara 2 tempat, dam mikraj nabi Muhammad SAW hanya dengan roh sahaja dan lain-lain. Kaum ini berpecah menjadi 20 aliran.

4. Kaum Murjiah iaitu kaum yang menfatwakan bahawa membuat maksiat tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfaat kalau sudah kafir.

5. Kaum Najariah iaitu kaum yang menfatwakan bahawa perbuatan manusia adalah makhluk yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahawa sifat Tuhan tidak ada. Kaum ini berpecah menjadi 3 aliran.

6. Kaum jabariah iaitu kaum yang menfatwakan bahawa manusia ini "majbur" ertinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.

7. Kaum Musyabbihah iaitu kaum yang menfatwakan bahawa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk atas Kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya.
Kaum ini hanya 1 aliran sahaja.

Jadi jumlahnya adalah:

1. Kaum Syiah 22 aliran
2.Kaum Khawarij 20 aliran
3.Kaum Muktazilah 20 aliran
4.Kaum Murjiah 5 aliran
5.Kaum Najariah 3 aliran
6.Kaum Jabariah 1 aliran
7.Kaum Musyabihah 1 aliran

Jumlah 72 aliran.

Kalau ditambah dengan 1 aliran lagi dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah maka cukluplah 73 firqah, sebagai yang diterangkan oleh nabi Muhammad SAW dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi.

Demikian kitab Bugyatul Mustarsyidin.

Adapun kaum Qadariah termasuk golongan Muktazilah, Kaum Bahaiah dan Ahmadiah Qadiani masuk gomongan kaum Syiah, kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan kaum Musyabbihah dan kaum Wahabi termasuk kaum pelaksana dari kaum Ibnu Taimiyah.

Wednesday, March 14, 2007

Jangan gentar ejekan orang dalam kita beribadah


Sudah menjadi tradisi, bahwa ibadah kaum muslimin selalu menjadi bahan ejekan "rekannya" yang nota bene juga mengaku sebagai muslim. Bahkan para Kiaipun tak luput dari ejekan2 orang2 yg mengaku golongan cerdas nan Islami ini. Mudah2an hal tsb tidak akan terjadi lagi. Tapi seandainya terjadi, mudah2an kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk tetap konsisten dalam jalur ibadah / thariqah yang sdh sesuai dengan AlQuran dan hadits ini.

Janganlah heran, memang ada tipe orang Islam yang suka mengganggap muslim lain tidak Islami, dan sebaliknya dia sendirilah yang dianggapnya paling Islami. Orang yang model begini ternyata sudah ada sejak jaman dahulu, bahkan sejak jaman Rasulullah SAW. Bahkan kita disuruh HATI-HATI menghadapi orang semacam ini. Walaupun dia sangat tekun ibadahnya, atau bahkan sampai hitam dahinya, panjang jenggotnya, tinggi celananya, tapi kalau sifat “sok" itu dipeliharanya, apalagi meremehkan Rasulullah SAW (dan para ulama sebagai pewarisnya), ya tak ubahnya seperti orang yang diceritakan di hadits ini, yakni Abdullah bin Dzil Huwashirah (ADH).

Rasulullah SAW saja diprotesnya dan dinasihatinya agar berbuat adil/bertaqwa, dst. Hati-hatilah dengan orang model begini, sebab ia akan memiliki massa / pengikut yg tidak sedikit, sepanjang masa. Rasulullah menyebutkan ADH ini memiliki ashhaban (pengikut).

Kita tidak perlu menuduh siapa2 yg termasuk gerombolan si ADH, sebab akan menimbulkan perpecahan bagi ummat Islam, walaupun hakikatnya justru kelompok ADH inilah yg memulai perpecahan itu sendiri. Tapi hendaklah kita tetap bersabar dalam beribadah bila ibadah kita dicemooh, diejek, dan dikutuknya sbg bidah, mengada-ada, dst. Dan yg terpenting jangan sampai ikut geromobolannya.

Demikian bunyi haditsnya :
‏حدثنا ‏ ‏عبد الله بن محمد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏هشام ‏ ‏أخبرنا ‏ ‏معمر ‏ ‏عن ‏ ‏الزهري ‏ ‏عن ‏ ‏أبي سلمة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي سعيد ‏ ‏قال ‏
‏بينا النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقسم جاء ‏ ‏عبد الله بن ذي الخويصرة التميمي ‏ ‏فقال اعدل يا رسول الله فقال ويلك ومن يعدل إذا لم أعدل قال ‏ ‏عمر بن الخطاب ‏ ‏دعني أضرب عنقه قال دعه ‏ ‏فإن له أصحابا يحقر أحدكم صلاته مع صلاته وصيامه مع صيامه يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ينظر في ‏ ‏قذذه ‏ ‏فلا يوجد فيه شيء ثم ينظر في ‏ ‏نصله ‏ ‏فلا يوجد فيه شيء ثم ينظر في ‏ ‏رصافه ‏ ‏فلا يوجد فيه شيء ثم ينظر في ‏ ‏نضيه ‏ ‏فلا يوجد فيه شيء قد سبق الفرث والدم آيتهم رجل إحدى يديه ‏ ‏أو قال ثدييه مثل ثدي المرأة ‏ ‏أو قال مثل البضعة ‏ ‏تدردر ‏ ‏يخرجون على حين فرقة من الناس قال ‏ ‏أبو سعيد ‏ ‏أشهد سمعت من النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏وأشهد أن ‏ ‏عليا ‏ ‏قتلهم وأنا معه جيء بالرجل على ‏ ‏النعت ‏ ‏الذي ‏ ‏نعته ‏ ‏النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال فنزلت فيه ‏
‏ومنهم من يلمزك في الصدقات ‏

http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=10326
Hadits riwayat Imam Bukhari (nomor 6421) Dari Shahabat Abu Said Alhudzri.

Waktu itu baru selesai perang hunain, Rasulullah SAW membagi ghanimah (harta rampasan perang). Tiba2 datang Abdullah bin Dzil Huwashirah, dari bani Tamim dan berkata "I’dil ya Rasulallah", berbuat adillah ya Rasulallah.
Menurut riwayat Abdur Rahman bin Abi Nu’min, malah "Ittaqillah Ya Muhammad", taqwalah pada Allah, hai Muhammad. Menurut riwayat Abdullah bin Amr, "I’dil ya Muhammad". Menurut Imam Hakim, "Ya Muhammad, wallahi lain kaanallahu amaraka an ta’dil maa araka ta’dil". Demi Allah, engkau telah diperintah adil, tapi kenapa kok tidak adil. Ada juga varian hadits lain, ma araka adalta fil qismah".

Demikianlah kedurhakaan orang yang mengaku sok adil ini, bahkan Rasulullahpun dituduhnya tidak adil dan disuruhnya bertaqwa.

Padahal Rasulullah jelas2 berbuat apa saja itu atas perintah Allah SWT sbgmn ayat "Wamaa yanthiqu anil hawa in huwa illa wahyuy yuha". Tak ada sedikitpun Rasulullah SAW itu menuruti hawa nafsunya, melainkan semuanya atas petunjuk wahyu.

Dan Rasulullah SAW menjawabnya, "waylaka", celakalah engkau, "waman ya’dilu idz lam a’dil" (siapa lagi yang adil kalau aku sdh dianggap gak adil). Bahkan di riwayat lain, Rasulullah SAW sampai sumpah, "Wallaahi laa tajiduuna ba’di rajulan huwa a’dala alaikum minni", demi Allah tak kan kau jumpai setelahku orang yang lebih adil daripadaku terhadapmu.

Demi menyaksikan kedurhakaan orang sok adil ini, Sayyidina Umar RA langsung angkat bicara, "Allow me to cut off his neck (da’ni an adhrib unuqahu)", biarkan saya penggal leher orang ini.

Dijawab oleh Rasulullah SAW, Da’hu (biarkan saja), "fainna lahu ashhaban yahqiru ahadukum shalatahu maa shalatihi washiyamahu maa shiyamihi yamruquuna minaddiini kama yamruqus sahmu minar ramiyyah". Sesungguhnya dia nanti punya banyak pengikut, kalau kalian membandingkan shalat kalian dengan shalat mereka, kalian bakal minder. Juga kalau kalian bandingkan puasa kalian dengannya kelihatan kalah. Tapi mereka itu keluar dari agama seakan-akan keluarnya anak panah dari busurnya.
Bahkan saking cepatnya digambarkan oleh Rasulullah SAW, bahwa "yundhoru fi qudzadzihi falaa yuujadu fiihi syaiun, tsumma yundharu fi nashlihi falaa yuujadu fiihi syaiun, tsumma yundharu fi rishafihi falaa yuujadu fiihi syaiun, tsumma yundharu fi nadliyyatihi falaa yuujadu fiihi syaiun". Umpama qudzadznya dilihat (oleh pemanah) tidak ada apa-apanya, juga nashlnya (besi ujung panah), rishafnya (tempat masuknya nashl), nadliynya (batang anak panah), tidak ada bekas apa-apanya. "Qad sabaqal fartsa waddama ayaatuhum rajulun ihda yadaihi", dst. Begitu cepatnya hingga tak ternodai oleh kotoran dan darah (si hewan buruan itu, waktu menembusnya).

Demikianlah, orang (yang mengaku muslim) namun mencemooh Rasulullah SAW. Disebutkan oleh Rasulullah SAW, sifat orang itu:
- Shalat/puasanya seringkali membuat kita tercengang. Tapi ketahuilah Islamnya lepas dari dadanya seperti melesatnya anak panah dari busurnya.
- Rasulullah saja dilecehkan ketaqwaannya, apalagi shahabat dan seluruh ummat Islam yg tidak segolongan dengannya.
- Ingat... dia punya pengikut (massa).
- Kita tidak perlu memeranginya, sebab akan mengakibatkan perpecahan Ukhuwah Islamiyah.

Selanjutnya peristiwa keributan ini diabadikan oleh Allah SWT dengan turunnya QS At-Taubah:58
"Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebahagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah".

Ini jelas menunjukkan, bahwa fatwa/komentar merekapun UUD, Ujung-Ujungnya Duit, dlm hal ini minta bagian zakat itu. Sekali lagi ndak perlu menuduh2 siapa diantara manusia yg kita hadapi ini yg termasuk golongan itu, tapi seandainya bertemu hendaklah kita jangan gentar dalam beribadah/bersikap bila dikomentari jelek oleh mereka.

Musuh jangan dicari, ketemu jangan lari.

Wednesday, August 23, 2006

Bismillahir Rahmaanir Rahiimi

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Sungguh Allah telah memberikan kebaikan pada kami, memberikan anugerah Faiz & Najam sebagai putera di surga.
Satu bulan lebih penantian bagi kehidupan dunia Muhammad Najam, ternyata Allah telah memberikan tempat yang baik di surga bagimu.

Wahai anakku Faiz & Najam,
Doakanlah kami sekeluarga agar bisa bertemu lagi kelak dengan kalian di surga.
Doakanlah kami sekeluarga agar mendapatkan keselamatan dan kebaikan dari Allah swt.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Kami memohon kebaikan dan keluasan rizki dari-Mu,
Kami memohon kesehatan dan umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Mu

Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad wa 'ala aalihi wa ashhaabihi wa sallam.

Amien.

Wednesday, July 27, 2005

Hari ini satu tahun lalu, engkau lahir ke dunia ini.
Hari ini satu tahun lalu, engkau meninggalkan dunia ini.
Hari ini satu tahun lalu, keluarga sedih dan bahagia sekaligus.

Muhammad Faiz Husaini

Kakakmu Jihan Salma Salafiyah sampai hari ini masih mengingatmu.
Bahkan ketika kami orangtuanya tenggelam dalam kesibukan dan melupakan.
Kakakmu selalu mengingatkan kami kepadamu dan kepada Tuhan yang menciptakanmu.

Muhammad Faiz Husaini

Engkau tetaplah hidup di surga Tuhanmu, Tuhan kami,
Tuhan yang menciptakan manusia, menghidupkan dan mematikan.
Tuhan yang mengutus para nabi dan rasul untuk mengingatkan manusia pada tempat kembalinya.

Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallahu Wallahu akbar.

Kami semua akan kembali pada-Mu.
Kami semua mengakui dosa-dosa kami pada-Mu.
Kami semua memohon ampun atas kesalahan kami pada-Mu.
Kami semua memohon rahmat dan kasih sayang hanya kepada-Mu.
Agar mendapat nikmat dan ridho dari-Mu.
Agar dapat berkumpul kembali bersama rasul-Mu, Nabi Muhammad SAW.

Allahumma Shalli Wasallim 'Alaa Sayyidinaa Muhammad
Wa 'Alaa Aalihii Wa Shohbihii Wasallam.

Tuesday, November 30, 2004

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Saya pernah berfikir, untuk apa saya terlahir ke dunia? Apakah saya hanya akan hidup, lalu setelah itu mati, dan selesai begitu saja? Saya fikir lagi, tentu saja tidak! Saya punya sesuatu, yang kepadaNya saya menghamba. Namun sepertinya selama ini, ketulusan dalam penghambaan saya kepadaNya masih amat diragukan.
Saya jadi ingat, satu sajak Dewa dan Chrisye :

Apakah kita semua benar-benar tulus menyembah padaNya.
Ataukah mungkin kita hanya takut neraka, dan hanya inginkan surga.
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepadaNya.
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut namaNya.
Bisakah kita bersujud padaNya dengan sepenuh hati.
Karena sungguh hanya Dia yang pantas disembah yang pantas dipuja.

Wah...jadi kesindir nih! Ternyata untuk ikhlas dalam menghamba padaNya sangatlah sulit, apalagi ihsan...Tapi, berusaha adalah yang terbaik.
Satu sajak lagi...punya Glen & Albert :
Hidupmu indah bila kau tahu jalan mana yang benar
Harapan ada, harapan ada, bila kau percaya

---------Denok--------
Quoted From http://denok.blogspot.com

Tuesday, October 19, 2004

Nice Blog I've Found here , it's seems the owner loves and respects to Quraish Shihab.

Monday, August 30, 2004

Apakah ada yang menyakiti hatimu
Apakah ada yang sibuk membencimu
Apakah ada yang menghabiskan waktunya untuk menghalangi langkahmu

Aku katakan kepadamu:

Bersyukurlah,
karena penderitaan semacam itu pulalah yang dialami oleh kekasihmu Rasulullah Muhammad SAW