Ketika Iraq diserang Amerika,
Aku menyumpah serapah dan menghujat.
Tapi mataku tertambat menyaksikan kehebatan Rambo di TV.
Dan hatiku bergetar dan terbakar melihat akting bintang Hollywood.
Atau tersentuh dan terhanyut desis musik dan lagu artis-artis Amerika.
Ketika bom Amerika berguncang di Iraq,
Aku berdoa memohon pada Allah agar memberikan pertolongan pada rakyat Iraq.
Tapi Aku menyukai tayangan artis lokal yang bergaya Amerika.
Dan acara gossip selebriti yang tersebar di nusantara.
Malah tertegun melihat goyang dangdut yang menghebohkan.
Ketika anak-anak Iraq terbunuh dan terluka,
Aku meratap dan berangan berjihad membantu mereka.
Tapi mulutku makin lahap menyantap makanan dan minuman.
Dan lemas tertidur lelap kekenyangan.
Melanjutkan mimpi menolong mereka.
Ketika ladang minyak Iraq diserbu dan dibakar,
Aku menunduk sedih dan melihat ketidakadilan.
Tapi waktuku lebih banyak terpakai mengurusi hidupku di dunia ini daripada ibadah.
Dan mulutku lebih manis berkata dan bercerita daripada tilawah.
Atau menghabiskan waktu dengan bergurau dan bercanda.
Ketika tentara Iraq dilucuti Amerika,
Aku mengharapkan malaikat Allah turun dan membantu mereka.
Tapi aku sedang di Mal dan berbelanja bertamasya.
Melihat muda remaja bergembira bergerombol bersama.
Malah merasa nikmat di gedung bioskop memuaskan syahwat.
Lalu apakah permintaan, harapan dan do'aku akan dikabulkan Allah???...
Subscribe to:
Posts (Atom)